Tampilkan postingan dengan label KILAS INFO & RESENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KILAS INFO & RESENSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Juni 2020

WARUNG BUKU GIBON'S


KESEMPATAN TERBATAS, DISKON HINGGA 30%
Untuk pembelian buku-buku terbitan Gibon Books (sekiranya masih tersedia stoknya), diberikan DISKON (POTONGAN HARGA) Khusus sebesar 25% (Dua Puluh Lima Persen) dan ONGKOS KIRIM GRATIS (untuk wilayah Pulau Jawa). Sedangkan untuk wilayah di luar Pulau Jawa, diberikan DISKON Khusus 30% (Tiga Puluh Persen) dan biaya/ongkos kirim tetap ditanggung oleh pembeli.


Klasifikasi Buku bisa di-klik dalam Blogsite ini.

Peminat, segera hubungi (SMS/WA): 0813 1236 7689



Jumat, 15 Mei 2020

Kiriman dari Sang Penulis


Kebijakan dan Praktik CSR di ASEAN

LEWAT BUKU INI, Tim Penulis Departemen Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Indonesia (UI) mencoba mendedahkan persoalan “Tata Kelola CSR di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand”. Kehadiran buku ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap publik yang lebih luas dalam membangun pemahaman yang cukup komprehensif tentang bagaimana sesungguhnya praktik (kebijakan dan aktivisme) CSR di Negara-negara ASEAN berevolusi dalam sebuah tata kelola yang berorientasi untuk menjadikan pelaku bisnis memiliki visi pembangunan berkelanjutan.

Judul Buku:
Dinamika Perkembangan Tata Kelola
PRAKTIK TANGGUNGJAWAB SOSIAL PERUSAHAAN
(CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITYDI NEGARA-NEGARA ASEAN
Tim Penulis:
NURUL ISNAENI, ASRA VIRGIANITA DAN SHOFWAN AL-BANNA C.
(Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia)
Tebal: 152 Halaman
Penerbit: Departemen HI FISIP Universitas Indonesia & Amongkarta (Yogyakarta)
Edisi: Cetakan I, Mei 2019
ISBN: 978-623-2080-48-5
Kondisi: Isi BW

Jumat, 24 Januari 2020

Kiriman dari Sang Penulis


Berhenti Sejenak

Orang yang kehilangan cermin dirinya,
umumnya tidak mampu melihat kekurangan dirinya
dan sekaligus tidak mampu melihat kelebihan orang lain.
Buku ini kiranya bisa menjadi salah satu cermin
yang menyentuh kesadaran murani kita untuk bisa melihat segala sesuatunya
dengan lebih jernih dan bijak.
(A. Mustofa Bisri,
Pimpinan Pondok Pesantren Raudlatuth Thalibin, Rembang – Jawa Tengah).

Judul Buku:
BERHENTI SEJENAK
Penulis:
MOHAMAD NUR SODIQ, Ak., CA., M.Si.
(Direktur Keuangan PT Pelabuhan Indonesia I)
Tebal: 192 Halaman
Penerbit: Balai Pustaka, Jakarta
Edisi: Cetakan I, September 2019
ISBN: 978-602-260-204-0
Kondisi: Isi BW

Senin, 17 Oktober 2016

Buku Baru Karya NURUL ISNAENI Dkk





MARAKNYA kerusakan lingkungan hidup dewasa ini, baik dalam skala lokal, regional maupun global, diyakini bukan sekadar fenomena bio-phisical problem. Karakter permasalahan yang cenderung sangat kompleks dari degradasi kualitas lingkungan dunia pada dasarnya adalah akibat dari salah kaprah dan salah kelola dari kebijakan Negara serta adanya pola konsumsi-produksi manusia yang eksploitatif terhadap lingkungan. Pola konsumsi dan produksi model ini cenderung bertumpu pada paradigm kepentingan jangka pendek, individualistis dan materialistis.

Inilah buku bagus yang perlu disimak oleh setiap kalangan yang peduli akan kehidupan yang berkelanjutan. TATA KELOLA LINGKUNGAN HIDUP GLOBAL – Aktor, Proses dan Isu Lingkungan Hidup dalam Hubungan Internasional. Karya: Nurul Isnaeni, dkk.; Tebal: lxi + 387 halaman; Penerbit: Serat Alam Media, September 2016. Kontak: Nurul Isnaeni (SMS/WA: 0813 80967741), atau Sri P. Upi (SMS/WA: 0821 35641275), atau (021-7873744, Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia). ***

Jumat, 15 Agustus 2014

Pemikiran Multatuli Masih Relevan




MESKIPUN diterbitkan pertama kali pada 1860, pemikiran Eduard Douwes Dekker –yang dikenal dengan nama Multatuli— dalam bukunya yang berjudul Max Havelar masih relevan dikaitkan dengan konteks kekinian. Kaitan itu terasa dari masih adanya praktik penindasan rakyat melalui tindak pidana korupsi oleh para penguasa.

“Perilaku korupsi oleh penguasa yang terjadi saat ini hampir sama dengan masa ketika Multatuli hidup. Kekuasaan yang seharusnya dipakai untuk membuat rakyat sejahtera justru dipakai memperkaya kelompok tertentu,” ungkap dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia Ibnu Wahyu, dalam diskusi dan peluncuran buku Max Havelar, di Erasmus Huis, Jakarta, Selasa (12 Agustus 2014). Hadir pula penyunting dari Penerbit Padasan, Laora Arkeman.

Ibnu mengatakan, semasa hidupnya, Multatuli dikenal atas sikap kritisnya terhadap sistem tanam paksa yang merugikan kaum pribumi ketika dia menjadi Asisten Bupati Lebak, Banten, pada 1856. Meski praktik itu terjadi pada masa kolonial, toh hingga kini penindasan terhadap rakyat masih terjadi.

Laura Arkeman, sebagai penyunting buku Max Havelar, mengatakan, Multatuli menawarkan cara memberantas korupsi dengan berani menyatakan kebenaran. “Multatuli mengingatkan, jika kita takut menyatakan kebenaran kepada atasan atau orang-orang di sekeliling kita, maka praktik feodalisme akan terus terjadi,” tutur Laora.

Meskipun pemikiran Multatuli masih relevan, Ibnu mengingatkan pembaca untuk memahami pemikiran dalam buku ini secara kritis, mengingat buku itu ditulis orang asing. “Perlu ada penelitian lebih lanjut untuk membuktikan apakah Bupati Lebak betul-betul sudah menyengsarakan rakyat,” kata Ibnu. Selain itu, menurut Ibnu, sifat egois Multatuli yang terasa dalam buku ini juga perlu dikritik.

Buku Max Havelar yang diterbitkan Penerbit Padasan didasarkan pada terjemahan HB Jassin atas dukungan Nederlands Letterenfonds dan majalah sastra Horison. Laora Arkeman mengatakan, buku ini sengaja dhadirkan dalam ejaan dan gaya bahasa lama. *** (Sumber: Harian Kompas, 14 Agustus 2014).